Feb 3, 2011

.....

-- Siluet Harapan --


mentari baru keluar dari peraduan
embun baru menetes
tapi deru mesin motor sudah kau nyalakan
memecah keheningan pagi
kau pacu kuda besi membelah dinginnya ngin pagi
hanya berbekal jaket kulit hitam tua


tiap detik selalu kau lewati dengan kerja keras
tiap menit selalu kau lewati dengan kerja keras
tiap jam, hari, bulan, tahun selalu begitu dan begitu

letih kau anggap mati
lelah kau anggap tiada

kau hanya peduli dengan masa depan
kau hanya peduli dengan cita-cita
kau tak peduli dengan dirimu
kau acuhkan dirimu untuk anak-anakmu

keras kau tampak diluar
egois yang kau tunjukan
semua kau lakukan untuk menutupi lembutnya sifatmu
kasih sayangmu memang begitu

maafkan ankamu yang belum bisa membahagiakanmu
semoga cepat sembuh ayahku
anakmu hanya bisa mendoakan dari jauh

2 comments:

Hafsah Audina's Blog said...

kegalauan ya.....sudah terbiasa kita makan dan menikmati semua itu bagaikan sarapan yang setiap hari terhidang d meja makan...semoga kau cepat pulang untuk menuntaskan semua piring kotor yang berserakan dan membawanya ke dapur ^^

Hafsah Audina's Blog said...

aku sangat mencintaimu....Hisbi Hasbuloh.....jadi cepatlah pulang..jangan biarkan aku terlalu lama menunggumu....
^^

Post a Comment

jangan kapok komen lagi.hehehe...